Slider 1 Slider 2 Slider 3 Slider 4

Apa Itu Firewall ???

PENGERTIAN
Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN) anda.


Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1. mesin/komputer
Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2. Jaringan
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
KARAKTERISTIK FIREWALL
1.Seluruh hubungan/kegiatan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memblok/membatasi baik secara fisik semua akses terhadap jaringan Lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan.
2.Hanya Kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan hubungan, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang ditawarkan.
3.Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan/kelemahan. hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan Operating system yang relatif aman.
TEKNIK YANG DIGUNAKAN OLEH FIREWALL
1.Service control (kendali terhadap layanan)
berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya.Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri , seperti layanan untuk web ataupun untuk mail.
2.Direction Conrol (kendali terhadap arah)
berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang
akan dikenali dan diijinkan melewati firewall.
3.User control (kendali terhadap pengguna)
berdasarkan pengguna/user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar, tetapi bisa juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar.
4.Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)
berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi/mencegah spam.
TIPE - TIPE FIREWALL
1.Packet Filtering Router
Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut.pada tipe ini packet tersebut akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan , atau di tolak.penyaringan packet ini di konfigurasikan untuk menyaring packet yang akan di transfer secara dua arah (baik dari atau ke jaringan lokal). Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan transport header,termasuk juga alamat awal(IP) dan alamat tujuan (IP),protokol transport yang di
gunakan(UDP,TCP), serta nomor port yang digunakan.
Kelebihan dari tipe ini adalah mudah untuk di implementasikan, transparan untuk pemakai, lebih cepat
Adapun kelemahannya adalah cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan difilter secara tepat, serta lemah dalam hal authentikasi.
Adapun serangan yang dapat terjadi pada firewall dengan tipe ini adalah:
+ IP address spoofing : intruder (penyusup) dari luar dapat melakukan ini
dengan cara menyertakan/menggunakan ip address jaringan lokal yanbg telah
diijinkan untuk melalui firewall.
+ Source routing attacks : tipe ini tidak menganalisa informasi routing
sumber IP, sehingga memungkinkan untuk membypass firewall.
+ Tiny Fragment attacks : intruder (penyusup) membagi IP kedalam bagian-bagian (fragment) yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai TCP header. Serangan jenis ini di design untuk menipu aturan penyaringan yang bergantung kepada informasi dari TCP header. Penyerang berharap hanya bagian (fragment) pertama saja yang akan di periksa dan sisanya akan bisa lewat dengan bebas. Hal ini dapat di tanggulangi dengan cara menolak semua packet dengan protokol TCP dan memiliki Offset = 1 pada IP fragment (bagian IP)
2.Application-Level Gateway
Application-level Gateway yang biasa juga di kenal sebagai proxy server yang berfungsi untuk memperkuat/menyalurkan arus aplikasi. Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu FTP, HTTP, GOPHER dll.
Cara kerjanya adalah apabila ada pengguna yang menggunakan salah satu aplikasi semisal FTP untuk mengakses secara remote, maka gateway akan meminta user memasukkan alamat remote host yang akan di akses.Saat pengguna mengirimkan USer ID serta informasi lainnya yang sesuai maka gateway akan melakukan hubungan terhadap aplikasi tersebut yang terdapat pada remote host, dan menyalurkan data diantara kedua titik. apabila data tersebut tidak sesuai maka firewall tidak akan meneruskan data tersebut atau menolaknya. Lebih jauh lagi, pada tipe ini Firewall dapat di konfigurasikan untuk hanya mendukung beberapa aplikasi saja dan menolak aplikasi lainnya untuk melewati firewall.
Kelebihannya adalah relatif lebih aman daripada tipe packet filtering router lebih mudah untuk memeriksa (audit) dan mendata (log) semua aliran data yang masuk pada level aplikasi.
Kekurangannya adalah pemrosesan tambahan yang berlebih pada setiap hubungan. yang akan mengakibatkan terdapat dua buah sambungan koneksi antara pemakai dan gateway, dimana gateway akan memeriksa dan meneruskan semua arus dari dua arah.
3.Circuit-level Gateway
Tipe ketiga ini dapat merupakan sistem yang berdiri sendiri , atau juga dapat merupakan fungsi khusus yang terbentuk dari tipe application-level gateway.tipe ini tidak mengijinkan koneksi TCP end to end (langsung)

cara kerjanya : Gateway akan mengatur kedua hubungan tcp tersebut, 1 antara dirinya (gw) dengan TCP pada pengguna lokal (inner host) serta 1 lagi antara dirinya (gw) dengan TCP pengguna luar (outside host). Saat dua buah hubungan terlaksana, gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu hubungan ke lainnya tanpa memeriksa isinya. Fungsi pengamanannya terletak pada penentuan hubungan mana yang di ijinkan.
Penggunaan tipe ini biasanya dikarenakan administrator percaya dengan pengguna internal (internal users).

KONFIGURASI FIREWALL
1.Screened Host FIrewall system (single-homed bastion)
Pada konfigurasi ini, fungsi firewall akan dilakukan oleh packet filtering router dan bastion host*.Router ini dikonfigurasikan sedemikian sehingga untuk semua arus data dari Internet, hanya paket IP yang menuju bastion host yang di ijinkan. Sedangkan untuk arus data (traffic) dari jaringan internal, hanya paket IP dari bastion host yang di ijinkan untuk keluar.

Konfigurasi ini mendukung fleksibilitasdalam Akses internet secara langsung, sebagai contoh apabila terdapat web server pada jaringan ini maka dapat di konfigurasikan agar web server dapat diakses langsung dari internet.
Bastion Host melakukan fungsi Authentikasi dan fungsi sebagai proxy. Konfigurasi ini memberikan tingkat keamanan yang lebih baik daripada packet-filtering router atau application-level gateway secara terpisah.
2.Screened Host Firewall system (Dual-homed bastion)
Pada konfigurasi ini, secara fisik akan terdapat patahan/celah dalam jaringan. Kelebihannya adalah dengan adanya du ajalur yang meisahkan secara fisik maka akan lebih meningkatkan keamanan dibanding konfigurasi pertama,adapun untuk server-server yang memerlukan direct akses (akses langsung) maka dapat diletakkan ditempat/segmenrt yang langsung berhubungan dengan internet

Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan 2 buah NIC ( network interface Card) pada bastion Host.
3.Screened subnet firewall
Ini merupakan konfigurasi yang paling tinggi tingkat keamanannya. kenapa? karena pada konfigurasi ini di gunakan 2 buah packet filtering router, 1 diantara internet dan bastion host, sedangkan 1 lagi diantara bastian host dan jaringan local konfigurasi ini membentuk subnet yang terisolasi.
adapun kelebihannya adalah :
+ terdapat 3 lapisan/tingkat pertahanan terhadap penyusup/intruder .
+ router luar hanya melayani hubungan antara internet dan bastion host sehingga jaringan lokal menjadi tak terlihat (invisible )
+ Jaringan lokal tidak dapat mengkonstuksi routing langsung ke internet, atau dengan kata lain , Internet menjadi Invinsible (bukan berarti tidak bisa melakukan koneksi internet).
LANGKAH-LANGKAH MEMBANGUN FIREWALL
1.Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki
Mengetahui bentuk jaringan yang dimiliki khususnya toplogi yang di gunakan serta protocol jaringan, akan memudahkan dalam mendesain sebuah firewall
2.Menentukan Policy atau kebijakan
Penentuan Kebijakan atau Policy merupakan hal yang harus di lakukan, baik atau buruknya sebuah firewall yang di bangun sangat di tentukan oleh policy/kebijakan yang di terapkan. Diantaranya:
1. Menentukan apa saja yang perlu di layani. Artinya, apa saja yang akan dikenai policy atau kebijakan yang akan kita buat
2. Menentukan individu atau kelompok-kelompok yang akan dikenakan policy atau kebijakan tersebut
3. Menentukan layanan-layanan yang di butuhkan oleh tiap tiap individu atau kelompok yang menggunakan jaringan
4. Berdasarkan setiap layanan yang di gunakan oleh individu atau kelompok tersebut akan ditentukan bagaimana konfigurasi terbaik yang akan membuatnya semakin aman
5. Menerapkankan semua policy atau kebijakan tersebut
3.Menyiapkan Software atau Hardware yang akan digunakan Baik itu operating system yang mendukung atau software-software khusus pendukung firewall seperti ipchains, atau iptables pada linux, dsb. Serta konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.
4.Melakukan test konfigurasi
Pengujian terhadap firewall yang telah selesai di bangun haruslah dilakukan, terutama untuk mengetahui hasil yang akan kita dapatkan, caranya dapat menggunakan tool tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap.
* Bastion Host adalah sistem/bagian yang dianggap tempat terkuat dalam sistem keamanan jaringan oleh administrator.atau dapat di sebuta bagian terdepan yang dianggap paling kuat dalam menahan serangan, sehingga menjadi bagian terpenting dalam pengamanan jaringan, biasanya merupakan komponen firewall atau bagian terluar sistem publik. Umumnya Bastion host akan menggunakan Sistem operasi yang dapat menangani semua kebutuhan (misal , Unix, linux, NT).
Sumber : http://triatmojo.wordpress.com


Setting Hp sebagai Modem Internet

Sangat membosankan sekali apa bila dikosan tidak ada internet, setiap kali pengen ngenet harus kari kawasan yang ada hotspot-nya atau yang lebih parah lagi ngeluarin duit untuk mendapatkan informasi atau ilmu-ilmu yang ada di internet,sungguh pemborosan uang (Maklum mahasiswa :D). akhirnya setelah Tanya-bertanya ke “Om Google”, akhirnya dapatlah setingan untuk memamfaatkan hp sebagai modem internet dengan menggunakan Operator yang murah meriah, apalagi ada yang gratis (Kesenangan mahasiswa selalu pengen yang GRATISAN). Lumayan lah kalau setiap hari dapat gratisan 1 MB. Lumayan besar untuk mencari artikel dan sekedar menyapa temen-temen yang lagi OL. Hueheee (MANTAP JAYA....).

Peralatan yang perlu disiapkan, antara lain : (a). Hp + SIM Card, (b). Kabel data dan seperangkat komputer atau laptop.


Settingannya tidak terlalu sulit, layaknya seorang guru yang sedang mengajarkan ke muridnya, mari kita simak penjelasan dibawah ini. (:D)
1. Pastikan setingan GPRS di HP anda sudah siap digunakan, anda bisa coba masuk ke salah satu situs lewat HP anda apa bila berhasil silahkan lanjut ke langkah 2. :))
Kalau masih belum bisa silahkan setting GPRS anda secara manual atau automatis. Anda bisa lihat di situs-situs operator atau tanya pada “paman Google” untuk mengsetnya.
2. Hubungkan HP ke Komputer dengan kabel data, sampai Hp anda terdeteksi oleh komputer, serta install driver Hp anda. Jika Hp sudah terinstal dengan bener, maka klik
 Start
 Control Panel
 Phone and Modem Options
 Modem
Jika pada attacted to bernilai not present, maka Hp belum dikenali oleh komputer, silahkan cek lagi komunikasi atau driver yang telah anda instal.
Jika pada attacted to bernilai com5 dst, itu bertanda bahwa komunikasi Hp dengan Komputer sukses.
 Propertis  Advance
Pada extra initialization commands : AT+CGDCONT=1,"IP","3GPRS"
 Ok
3. Pada Control Panel klik
 Network Connections
 Create a new connection  Next
 Connect to the internet  Next
 Set up my connection manually  Next
 Connect using dial-up modem  Next
 Isi 3GPRS pada ISP Name
 Pada Phone Number isi dengan *99***1#
 User Name : 3gprs
 Password : 3gprs
 Confirm Password : 3gprs
 Next  Finish

Selamat mencoba, semoga bermamfaat.

Install Sistem Operasi Windows XP

Basic Step
Sebelum proses install komputer di lakukan, sebaiknya data di back up ke dalam cd, dvd atau media penyimpanan yang lain, dihawatirkan dalam proses peng-install-an berlangsung terjadi kesalahan yang dapat mengakibatkan data yang tersimpan dalam hardisk menjadi hilang.

Langkah 1 : Setting Boot Sequence
Masukkan CD Sistem Operasi Windows XP ke CDRom/DVDrom, kemudian masuk ke BIOS Setting dengan menekan Tombol “Del” atau “F12” dan setting Boot Sequence ke CDRom/DVDrom.
Setelah berhasil Boot dengan CD, akan tampak di monitor “Welcome to Setup”

Langkah 2: License agreement dari Microsoft
Sebelum ke Step 2, ketika anda menekan tombol Enter maka akan terlihat Windows XP license agreement. Tekan F8 apabila anda setuju dan tekan Esc apabila anda tidak setuju dengan Windows XP license agreement dari Microsoft.

Langkah 3: Pencarian Versi Windows XP
Pada bagian ini windows secara otomatis mencari partisi yang telah berisi Sistem Window (jika ada). Anda akan diminta untuk memilih Repair atau Install Fresh Copy, jika anda pertama kali dalam menginstall system operasi tekan tombol Esc.

Langkah 4: Installing a Fresh Copy
Setelah step 3 selesai, maka akan terlihat seperti gambar 4. setelah tombol ESC ditekan, system operasi akan menampilkan daftar partisi pada hardisk anda (disini terlihat hanya satu partisi, jika lebih dari satu anda harus memilih partisi mana yang akan di Instal Sistem Operasi).

Langkah 5: Selecting the Partitions
Pada saat anda menekan tombol Enter pada partisi yang telah anda pilih, maka anda mendapatkan tampilan seperti gambar 5. Untuk menginstal Sistem Operasi Windows XP minimal anda menyiapkan partisi dengan ukurun 10 GB.

Langkah 6: Installing work On The Selected Drive
Tekan tombol C pada keybord anda untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya,

Langkah 7: Format Partition
Pilih option “Format the partition using the NTFS file system”, jika hardisk anda masih baru (Belum pernah di instal system operasi), apabilla sudah pilih option “Format the partition using the NTFS file system (quick)” dan tekan Enter.

Langkah 8: Continue With The Format
Tekan tombol F untuk mem-format partisi yang telah dipilih, setelah partisi diformat maka system akan secara otomatis meng-copy file - file yang diperlukan system operasi.

Langkah 9: Copying Files
Setelah partisi diformat, maka secara otomatif system akan men-copy dari CD.

Langkah 10: Automatis meng-Install Setelah Restart
Setelah proses copy selesai dari CD computer secara otomatis komputer akan ter-restart. Dan akan menampilkan pesan "Press any key to continue". Jangan menekan tombol apapun biar anda tidak mengulangi lagi langkah 1.
Sekitar ±10 detik Anda akan melihat tampilan seperti gambar 10, pada proses ini anda akan diminta untuk memasukkan product key dan user name dll. Setelah langkah demi langkah terlewati dengan lancar maka install system operasi selesai, proses ini memerlukan waktu ± 45 menit tergantung dari kecepatan komputer yang anda miliki.

Setelah proses install selesai, ada harus mengintall semua software Mother Board, seperti VGA, Soud Card, LAN dan lain – lain.

Semoga sukses..

Template by Clairvo Yance
Copyright © 2012 Pendidikan Informatika and Blogger Themes.